KaryaSeni rupa

Female Shinto Deity

Japan · 12th century

Seni rupaFemale Shinto Deity

Berkas gambar resmi belum dapat dimuat dan diverifikasi, serta belum ditemukan sumber alternatif yang cocok dan berizin. Lihat dokumentasi pada sumber museum.

Informasi profil dapat dibaca melalui Art Institute of Chicago.

Ringkasan

Ringkasan editorial Seni · Diperbarui

Female Shinto Deity adalah figur kayu Jepang abad kedua belas yang menampilkan dewi sebagai perempuan istana berpakaian sekuler, dengan identitas khusus belum pasti.

Sumber: Art Institute of Chicago

Konteks dan interpretasi

Museum menjelaskan bahwa dewi memiliki kedudukan sama pentingnya dengan dewa dalam Shinto. Patung perempuan paling awal yang bertahan berasal dari abad kesembilan dan sering dipasangkan dengan Hachiman, tetapi sumber tidak memastikan bahwa contoh ini masih bagian dari pasangan tertentu. Figur menyisakan polikromi pada kayu dan tingginya sekitar 25 sentimeter. Identitas dewi tetap terbuka mengikuti ketidakpastian penggambaran tipe tersebut.

Baca konteks pada sumber
Dewi tidak teridentifikasi pasti; pasangan Hachiman tidak ditetapkan untuk objek ini.

Deskripsi visual

Pose kaku dan badan seperti balok dipadukan dengan ciri wajah yang lebih lunak serta ekspresi tenang, membedakan pengolahan muka dari struktur tubuh.

Sumber uraian

Versi dan objek terkait

Objek koleksi Art Institute of Chicago, nomor inventaris 2008.159. Identitas objek dibedakan dari karya dalam Seni.

Kredit koleksi menurut sumber: Purchased with Funds Provided by the Weston Foundation; Alsdorf Acquisition Fund; Russell Tyson Endowment Fund; President's Exhibition and Acquisition Fund.

Identitas objek pada katalog
Karya, cetakan, versi, pertunjukan, dan rekaman mempunyai cakupan identitas yang berbeda. Data kosong tetap dijelaskan sesuai ketersediaan sumber. Riwayat kepemilikan lengkap belum tersedia pada profil ini.

Telusuri hubungan

Memiliki bentukPatungLihat sumber ↗

Sumber dan dokumentasi

Identitas dan uraian disusun berdasarkan Art Institute of Chicago. Ringkasan editorial tidak menggantikan katalog sumber.

Kebijakan lisensi dan penggunaan